A. Pengertian komunikasi
kelompok
Komunikasi kelompok
adalah interaksi tatap muka dari tiga individu atau lebih dengan tujuan yang
sudah diketahui sebelumnya seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri,
pemecahan masalah, yang anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik
pribadi anggota kelompok lainnya dengan tepat. Komunikasi kelompok terdapat
berbagai informasi, pemecahan masalah, menjaga hubungan antar anggota. Seorang
anggota kelompok bila telah bergantung dengan kelompok ia bukan sosok individu
melainkan bagian dari kelompoknya.
Komunikasi kelompok
memiliki karakteristik yang unik, dimana kepribadian seorang individu bisa
berubah bila ia menjadi bagian dari kelompoknya. misalnya, sifat seorang yang
sangat pendiam dan pasif bisa berubah menjadi seorang yang aktif dan agresif
apabila berada di dalam kelompok keadaan suatu kelompok membuat seseorang bisa
berbuat sesuatu yang tidak terbayangkan olehnya bia sendirian.
B. Bentuk komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok terdiri atas dua
bentuk, yaitu :
a. Komunikasi Kelompok Deskriptif
Dalam komunikasi kelompok deskriptif,
pengelompokkan sejumlah orang terdiri atas kelompok tugas, kelompok
pertemuan, dan kelompok penyadar.
b. Komunikasi Kelompok Perspektif
Dalam komunikasi kelompok perspektif akan dijelaskan bagaimana suatu
kelompok dapat menyelesaikan suatu persoalan, menyelesaikan tugas,
menyampaikan gagasan, dan hal-hal lain yang dapat dikomunikasikan antara
sejumlah orang yang terlibat dalam kelompok tersebut.
C. Tipe Komunikasi Kelompok
1. Kelompok Belajar (Learning Group)
Ketika kita mendengar
kata “belajar” atau learning, perhatian dan pikiran kita hampir selalu tertuju
pada suatu lembaga pendidikan ataupun sekolah. Meskipun institusi pendidikan
tersebut termasuk dalam klasifikasi learning group, namun itu bukan
satu-satunya. Kelompok yang memberi keterampilan berenang ataupun kelompok yang
mengkhususkan kegiatannya pada digolongkan ke dalam kelompok belajar tersebut.
Jadi, apa pun bentuknya, tujuan dari learning group ini adalah meningkatkan
pengetahuan atau kemampuan para anggotanya. Satu ciri yang menonjol dari
learning group ini adalah adanya pertukaran informasi dua arah, artinya setiap
anggota dalam kelompok belajar adalah kontributor atau penyumbang dan penerirna
pengetahuan.
2. Kelompok Pertumbuhan (Growth Group)
Jika learning anggotanya group para
anggotanya terlibat dalam persoalan-persoalan eksternal sebagaimana yang telah
diuraikan di atas, maka kelompok pertumbuhan lebih memusatkan perhatiannya
kepada permasalahan pribadi yang dihadapi para anggotanya.
3. Kelompok Pemecahan Masalah (Problem Solving Group)
Orang-orang yang terlibat dalam kelompok pemecahan
masalah, bekerja bersama-sama untuk mengatasi persoalan bersama yang mereka
hadapi.
D. Teori-teori komunikasi kelompok
a) Teori Perbandingan Sosial
Kita selalu
membandingkan diri kita dengan orang lain dan kelompok kita dengankelompok
lain. Hal-hal yang dibandingkan hampir semua yang kita miliki, mulai dari
status sosial, status ekonomi, kecantikan, karakter kepribadian dan sebagainya.
Konsekuensi dari pembandingan adalah adanya penilaian sesuatu lebih baik atau
lebih buruk dari yang lain. Melalui perbandingan sosial kita juga menyadari
posisi kita di mata orang lain dan masyarakat. Kesadaran akan posisi ini tidak
akan melahirkan prasangka bila kita menilai orang lain relatif memiliki posisi
yang sama dengan kita.
b) Teori Percakapan Kelompok
Teori percakapan
kelompok ini sangat berkaitan dengan produktivitas kelompok atau upaya-upaya
untuk mencapainya melalui pemeriksaaan masukan dari anggota (member input),
variable-variabel perantara (mediating variables), dan keluaran dari kelompok
(group output). Masukan atau input yang berasal dari anggota kelompok dapat
diidentifikasikan sebagai perilaku, interkasi dan harapan-harapan (expectation)
yang bersifat individual.
Sedangkan
variable-variabel perantara merujuk pada strukturstruktur formal dan struktur
peran dari kelompok seperti status, norma, dan tujuan-tujuan kelompok. Yang
dimaksud dengan output kelompok adalah pencapaian atau prestasi dari tugas atau
tujuan kelompok. Produktivitas dari suatu kelompok dapat dijelaskan melalui
konsekuensi perilaku, interaksi dan harapan-harapan melalui struktur kelompok.
Dengan kata lain, perilaku, interaksi dan harapan-harapan (input variables)
mengarah pada struktur formal dan struktur peran (mediating variables)
sebaliknya variabel ini mengarah pada produktivitas, semangat dan keterpaduan
(group achievement).
c) Teori Pertukaran Sosial
Teori pertukaran sosial
ini didasarkan pada pemikiran bahwa seseorang dapat mencapai satu pengertian
mengenai sifat kompleks dari kelompok dengan mengkaji hubungan di antara dua
orang (dydic relationship). Suatu kelompok dipertimbangkan untuk kumpulan dari
hubungan antara dua partisipan tersebut. Perumusan tersebut mengasumsikan bahwa
interaksi menusia melibatkan pertukaran barang dan jasa, dan bahwa biaya (cost)
dan imbalan (reward) dipahami dalam situasi yang akan disajikan untuk
mendapatkan respon dari individu-individu selama interaksi sosial. Jika imbalan
dirasakan tidak cukup atau lebih banyak dari biaya, maka interaksi kelompok
akan diakhiri atau individu-individu yang terlibat akan mengubah perilaku
mereka untuk melindungi imbalan apa pun yang mereka cari. Pendekatan pertukaran
sosial ini penting karena berusaha menjelaskan fenomena kelompok dalam lingkup
konsep-konsep ekonomi dan perilaku mengenai biaya dan imbalan.
MANFAAT KOMUNIKASI KELOMPOK
•
Saling bertukar
informasi
•
Menambah
pengetahuan
•
Memperteguh atau
mengubah sikap dan perilaku
•
Mengembangkan
kesehatan mental
•
Meningkatkan
kesadaran kelompok
Faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi kelompok
•
Faktor situasional
:
Ukuran
Jaringan kelompok
•
Faktor personal
Kebutuhan personal anggota
kelompok
Peran anggota kelompok
Peran dalam kelompok
•
Initiator – contributor: peran yang memberikan ide baru bagi
kelompoknya.
•
Information seeker
: anggota ini akan mencari informasi yang detail pada
kelompoknya
•
Opinion seeker : ia akan berusaha mencari opini tentang suatu hal
dari anggota kelompoknya.
•
Information giver : ia berusaha untuk memberikan informasi yang
didapatkannya kepada kelompoknya
•
Opinion giver : berusaha memberikan pendapatnya dan disampaikannya
kepada kelompoknya tentang sesuatu hal.
•
Elaborator : berusaha untuk menjelaskan secara rinci beberapa hal
tentang sesuatu kepada anggota kelompoknya, walaupun kadang sudah jelas dan
tidak perlu.
•
Sumarizer : memberikan kesimpulan atau ringkasan dari pendapat
teman-teman di kelompoknya.
•
Coordinator – integrator : berusaha untuk menyimpulkan dan menyatukan beberapa
pendapat yang muncul di kelompoknya.
•
Orienter : berusaha
membawa kelompoknya pada tantangan atau antisipasi mendatang
•
Disagreer : mencoba untuk
menentang pendapat yang ada.
•
Evaluator – critic :
memberikan evaluasi atau kritik pada pendapat yang muncul di kelompoknya.
•
Energizer : memberikan
semangat pada saat kelompoknya sedang dalam kondisi menurun.
•
Procedural – technician : berusaha memberikan gambaran tehnis pelaksanaan
pendapat-pendapat yang muncul.
•
Recorder : mencatat semua
pendapat yang muncul di kelompok