Minggu, 14 September 2014

Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi adalah komunikasi antar manusia yang terjadi dalam konteks organisasi, terjadi sebuah jaringan pesan yang saling terhubung satu sama lain.


Ada dua perspektif utama yang akan mempengaruhi komunikasi organisasi Menurut Pace & Feules:

1. Perspektif Objektif menekankan definisi komunikasi organisasi sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu.
2. Perspektif Subjektif mendefinisikan komunikasiorganisasi sebagai proses penciptaan makna atas interaksi diantara unit-unit organisasi yang menciptakan, memelihara, dan mengubah organisasi.



PROSES KOMUNIKASI ORGANISASI
Komunikasi internal adalah pertukaran gagasan di antara para administrator dan anggota yang berada dalam suatu organisasi, dalam struktur yang lengkap disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam organisasi tersebut, sehingga komunikasi dapat berjalan.


4 Devisi komunikasi organisasi :

1. Downward communication Yaitu komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada jabatan atas mengirimkan pesan kepada orang yang memiliki jabatan dibawahnya. Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah:
a) Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction).
b) Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale).
c) Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices).
d) Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.

2. Upward communication Yaitu komunikasi yang terjadi ketika bawahan mengirim pesan kepada atasannya. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah:
a) Penyampaian informai tentang pekerjaan pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan.
b) Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan
c) Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan
d) Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.

3. Horizontal communication Yaitu komunikasi yang berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara. Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah:
a) Memperbaiki koordinasi tugas.
b) Upaya pemecahan masalah.
c) Saling berbagi informasi.
d) Upaya pemecahan konflik.
e) Membina hubungan melalui kegiatan bersama.

4. Interline communication Yaitu tindak komunikasi untuk berbagi informasi melewati batas-batas fungsional. Spesialis staf biasanya paling aktif dalam komunikasi lintas-saluran ini karena biasanya tanggung jawab mereka berhubungan dengan jabatan fungsional. Karena terdapat banyak komunikasi lintas-saluran yang dilakukan spesialis staf dan orang-orang lainnya yang perlu berhubungan dalam rantai-rantai perintah lain, diperlukan kebijakan organisasi untuk membimbing komunikasi lintas-saluran.
Ada dua kondisi yang harus dipenuhi dalam menggunakan komunikasi lintas-saluran:
a) Setiap pegawai yang ingin berkomunikasi melintas saluran harus meminta izin terlebih dahulu dari atasannya langsung.
b) Setiap pegawai yang terlibat dalam komunikasi lintas-saluran harus memberitahukan hasil komunikasinya kepada atasannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar