Senin, 08 September 2014

Komunikasi Kelompok

A.  Pengertian komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok adalah interaksi tatap muka dari tiga individu atau lebih dengan tujuan yang sudah diketahui sebelumnya seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri, pemecahan masalah, yang anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota kelompok lainnya dengan tepat. Komunikasi kelompok terdapat berbagai informasi, pemecahan masalah, menjaga hubungan antar anggota. Seorang anggota kelompok bila telah bergantung dengan kelompok ia bukan sosok individu melainkan bagian dari kelompoknya.
Komunikasi kelompok memiliki karakteristik yang unik, dimana kepribadian seorang individu bisa berubah bila ia menjadi bagian dari kelompoknya. misalnya, sifat seorang yang sangat pendiam dan pasif bisa berubah menjadi seorang yang aktif dan agresif apabila berada di dalam kelompok keadaan suatu kelompok membuat seseorang bisa berbuat sesuatu yang tidak terbayangkan olehnya bia sendirian.
B.  Bentuk komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok terdiri atas dua bentuk, yaitu :
a. Komunikasi Kelompok Deskriptif
Dalam komunikasi kelompok deskriptif, pengelompokkan sejumlah orang terdiri atas kelompok tugas, kelompok pertemuan, dan kelompok penyadar.
b. Komunikasi Kelompok Perspektif
Dalam komunikasi kelompok perspektif akan dijelaskan bagaimana suatu kelompok dapat menyelesaikan suatu persoalan, menyelesaikan tugas, menyampaikan gagasan, dan hal-hal lain yang dapat dikomunikasikan antara sejumlah orang yang terlibat dalam kelompok tersebut.

C.  Tipe Komunikasi Kelompok
1.    Kelompok Belajar (Learning Group)
Ketika kita mendengar kata “belajar” atau learning, perhatian dan pikiran kita hampir selalu tertuju pada suatu lembaga pendidikan ataupun sekolah. Meskipun institusi pendidikan tersebut termasuk dalam klasifikasi learning group, namun itu bukan satu-satunya. Kelompok yang memberi keterampilan berenang ataupun kelompok yang mengkhususkan kegiatannya pada digolongkan ke dalam kelompok belajar tersebut. Jadi, apa pun bentuknya, tujuan dari learning group ini adalah meningkatkan pengetahuan atau kemampuan para anggotanya. Satu ciri yang menonjol dari learning group ini adalah adanya pertukaran informasi dua arah, artinya setiap anggota dalam kelompok belajar adalah kontributor atau penyumbang dan penerirna pengetahuan.

2.    Kelompok Pertumbuhan (Growth Group)
Jika learning anggotanya group para anggotanya terlibat dalam persoalan-persoalan eksternal sebagaimana yang telah diuraikan di atas, maka kelompok pertumbuhan lebih memusatkan perhatiannya kepada permasalahan pribadi yang dihadapi para anggotanya.
3.    Kelompok Pemecahan Masalah (Problem Solving Group)
Orang-orang yang terlibat dalam kelompok pemecahan masalah, bekerja bersama-sama untuk mengatasi persoalan bersama yang mereka hadapi.

D.  Teori-teori komunikasi kelompok
a)   Teori Perbandingan Sosial
Kita selalu membandingkan diri kita dengan orang lain dan kelompok kita dengankelompok lain. Hal-hal yang dibandingkan hampir semua yang kita miliki, mulai dari status sosial, status ekonomi, kecantikan, karakter kepribadian dan sebagainya. Konsekuensi dari pembandingan adalah adanya penilaian sesuatu lebih baik atau lebih buruk dari yang lain. Melalui perbandingan sosial kita juga menyadari posisi kita di mata orang lain dan masyarakat. Kesadaran akan posisi ini tidak akan melahirkan prasangka bila kita menilai orang lain relatif memiliki posisi yang sama dengan kita.

b)   Teori Percakapan Kelompok
Teori percakapan kelompok ini sangat berkaitan dengan produktivitas kelompok atau upaya-upaya untuk mencapainya melalui pemeriksaaan masukan dari anggota (member input), variable-variabel perantara (mediating variables), dan keluaran dari kelompok (group output). Masukan atau input yang berasal dari anggota kelompok dapat diidentifikasikan sebagai perilaku, interkasi dan harapan-harapan (expectation) yang bersifat individual.
Sedangkan variable-variabel perantara merujuk pada strukturstruktur formal dan struktur peran dari kelompok seperti status, norma, dan tujuan-tujuan kelompok. Yang dimaksud dengan output kelompok adalah pencapaian atau prestasi dari tugas atau tujuan kelompok. Produktivitas dari suatu kelompok dapat dijelaskan melalui konsekuensi perilaku, interaksi dan harapan-harapan melalui struktur kelompok. Dengan kata lain, perilaku, interaksi dan harapan-harapan (input variables) mengarah pada struktur formal dan struktur peran (mediating variables) sebaliknya variabel ini mengarah pada produktivitas, semangat dan keterpaduan (group achievement).

c)    Teori Pertukaran Sosial
Teori pertukaran sosial ini didasarkan pada pemikiran bahwa seseorang dapat mencapai satu pengertian mengenai sifat kompleks dari kelompok dengan mengkaji hubungan di antara dua orang (dydic relationship). Suatu kelompok dipertimbangkan untuk kumpulan dari hubungan antara dua partisipan tersebut. Perumusan tersebut mengasumsikan bahwa interaksi menusia melibatkan pertukaran barang dan jasa, dan bahwa biaya (cost) dan imbalan (reward) dipahami dalam situasi yang akan disajikan untuk mendapatkan respon dari individu-individu selama interaksi sosial. Jika imbalan dirasakan tidak cukup atau lebih banyak dari biaya, maka interaksi kelompok akan diakhiri atau individu-individu yang terlibat akan mengubah perilaku mereka untuk melindungi imbalan apa pun yang mereka cari. Pendekatan pertukaran sosial ini penting karena berusaha menjelaskan fenomena kelompok dalam lingkup konsep-konsep ekonomi dan perilaku mengenai biaya dan imbalan.


MANFAAT KOMUNIKASI KELOMPOK
         Saling bertukar informasi
         Menambah pengetahuan
         Memperteguh atau mengubah sikap dan perilaku
         Mengembangkan kesehatan mental
         Meningkatkan kesadaran kelompok

Faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi kelompok
         Faktor situasional :
            Ukuran
            Jaringan kelompok
         Faktor personal
            Kebutuhan personal anggota kelompok
            Peran anggota kelompok

Peran dalam kelompok
         Initiator – contributor: peran yang memberikan ide baru bagi kelompoknya.
         Information seeker : anggota ini akan mencari informasi yang detail pada kelompoknya
         Opinion seeker : ia akan berusaha mencari opini tentang suatu hal dari anggota kelompoknya.
         Information giver : ia berusaha untuk memberikan informasi yang didapatkannya kepada kelompoknya
         Opinion giver : berusaha memberikan pendapatnya dan disampaikannya kepada kelompoknya tentang sesuatu hal.
         Elaborator : berusaha untuk menjelaskan secara rinci beberapa hal tentang sesuatu kepada anggota kelompoknya, walaupun kadang sudah jelas dan tidak perlu.
         Sumarizer : memberikan kesimpulan atau ringkasan dari pendapat teman-teman di kelompoknya.
         Coordinator – integrator : berusaha untuk menyimpulkan dan menyatukan beberapa pendapat yang muncul di kelompoknya.
         Orienter : berusaha membawa kelompoknya pada tantangan atau antisipasi mendatang
         Disagreer : mencoba untuk menentang pendapat yang ada.
         Evaluator – critic : memberikan evaluasi atau kritik pada pendapat yang muncul di kelompoknya.
         Energizer : memberikan semangat pada saat kelompoknya sedang dalam kondisi menurun.
         Procedural – technician : berusaha memberikan gambaran tehnis pelaksanaan pendapat-pendapat yang muncul.

         Recorder : mencatat semua pendapat yang muncul di kelompok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar