A. Komunikasi publik (public communication) adalah
komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang (khalayak),
yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi demikian sering juga disebut
pidato, ceramah, atau kuliah (umum). Komunikasi publik biasanya berlangsung
lebih formal dan lebih dari sulit dari pada komunikasi antar pribadi atau
komunikasi kelompok, karena komunikasi publik menuntut persiapan pesan yang
cermat, keberanian dan kemampuan menghadapi sejumlah besar orang.
Komunikasi publik sering bertujuan memberikan
penerangan, menghibur, memberikan penghormatan, atau membujuk.
Macam-macam publik
Dalam lingkup organisasi/ perusahaan publik dibedakan menjadi:
1. Publik internal dan publik eksternal
2. Publik primer, sekunder, dan marjinal
3. Proponent (publik yang memihak), opponent (publik yang menentang), dan uncommitted yang berarti publik yang tidak peduli. Sebagai perbandingan, saat suatu perusahaan memiliki 40 dari 50 karyawan yang uncommitted maka perusahaan dapat dikatakan “tidak sehat”.
4. Mayoritas diam (silent majority) dan minoritas vokal (vocal minority)
Macam-macam publik
Dalam lingkup organisasi/ perusahaan publik dibedakan menjadi:
1. Publik internal dan publik eksternal
2. Publik primer, sekunder, dan marjinal
3. Proponent (publik yang memihak), opponent (publik yang menentang), dan uncommitted yang berarti publik yang tidak peduli. Sebagai perbandingan, saat suatu perusahaan memiliki 40 dari 50 karyawan yang uncommitted maka perusahaan dapat dikatakan “tidak sehat”.
4. Mayoritas diam (silent majority) dan minoritas vokal (vocal minority)
B. Tujuan
Komunikasi Publik
Tujuan
umum dari komunikasi publik terutama sekali adalah untuk member informasi
kepada sejumlah besar orang mengenai organisasi misalnya mengenai
aktivitas-aktivitas organisasi dan hasil produksi organisasi. Selain itu
komunikasi publik juga bertujuan untuk menjalin hubungan antara organisasi
dengan masyarakat diluar organisasi. Komunikasi publik juga dapat digunakan
untuk member hiburan. Tujuan-tujuan tersebut berhubungan satu sama lain dan
sulit untuk dipisahkan. Di samping adanya tujuan umum juga terdapat tujuan
khusus yang perlu ditetapkan. Tujuan-tujuan khusus ini dinyatakan dalam bentuk
pernyataan dalam kalimat yang lengkap.
C. Penyampaian
Komunikasi Publik
Persiapan
persentasi yang baik hendaklah diikuti dengan cara penyampaian yang baik
sehingga memungkinkan komunikasi itu efektif. Kualitas penyampaian persentasi
lisan ditentukan oleh pesan yang sengaja dimaksudkan dan juga oleh pesan yang
tidak sengaja disampaikan. Pembicara bertanggung jawab memberikan persentasi
yang berharga dank arena itu bertanggung jawab untuk menyampaikan seefektef
mungkin.
Untuk
menyampaikan persentasi lisan dengan baik perlulah diperhatikan beberapa hal
seperti bertkut:
1. Kontak
Mata
2. Vokalik
3. Ketepatan
4. Perencanaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar